Latest Post
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts
7:30 AM
Maafkan hatiku yang tak mampu berpihak padamu
Maafkan hatiku yang telah menghilangkan “Rasa itu” darimu
Maafkan Hatiku yang tak mampu menjaga komitmen dan amanah bersamamu
Maafkan Hatiku yang tak mampu meyakinkanmu lagi seperti sedia kala
Maafkan aku yang tak mampu lagi menjadi penyemangatmu selalu
Maafkan aku yang telah menggagalkan semua impian dan rencana terindah yang pernah akan kita ukir bersama...
Maafkan aku yang harus pergi meninggalkanmu...
Maafkan..Maaf..Mafkan aku atas segala tutur kata dan tindakanku selama ini.
Maafkan aku yang harus memilih...
Maafkan aku yang tak sempurna...
Maaf..aku memohon maaf padamu...
Ya Allah.. Kukembalikan Hatiku ini pada-Mu
Ya Allah Ku t’lah berusaha menjalankan sepenuhnya tuntunanmu sesuai syariat-Mu
Ya Allah.. Ku tahu Engkau-lah yang maha membolak-balikkan Hati Hamba-Mu ini
Ya Allah.. Ku tahu segala sesuatu permasalahan pada diriku dan setiap doa yang kupanjatkan selama ini hanyalah pada-Mu dan teruntuk-Mu Ya Allah..
Ya Allah.. Ku tahu Engkau-lah yang maha tahu apa-apa yang tidak diketahui oleh Hamba-Mu ini..
Ya Allah.. Aku ikhlas menerima semua konsekuensi logis yang harus terjadi pada diriku, lingkungan sekitarku, kehidupanku..dan semuanya.
Karena ku yakin pada-Mu..akan Kebesaran-Mu dan Ilmu-Mu.
Ya Allah.. Kusandarkan segala sesuatu-Nya hatiku ini padamu..
Ya Allah.. Aku amat mencintai-Mu karena hati ini adalah milik-Mu
Ya Allah jagalah hatiku ini agar selalu mengingat-Mu dan mensyukuri atas segala Nikmat-Mu..
Terima Kasih Ya Allah atas segala nikmat karunia dan petunjuk yang telah engkau berikan selama nafas ini menghirup unsur ciptaanmu dan denyut jantung ini berdetak...
Alhamdulillah..Ya Allah
Ya Haqq..Ya Mujib..Ya Aliim..Ya Hakam..Ya Khabiir...Ya Mu’iid
Ya Allah.. Ya Allah
Amin Ya Robbal’alamin.. Sumber
Maaf, Kini Cintaku Kembali Kepada Sang Pemilik Cinta
Written By Unknown on Tuesday, February 5, 2013 | 7:30 AM

Maaf.. Maafkan aku yang telah berkomitmen kepadamu
Maafkan aku yang telah bermain-main dengan waktu bersamamu
Maafkan aku yang telah menjanjikanmu
Maafkan aku yang tak mampu mencintaimu hingga sepanjang waktu
Maafkan aku yang telah menyakitimu
Maafkan aku akan keterbatasan pengetahuanku selama ini dan saat ini
Maafkan aku yang selalu haus mencari ilmu kehidupan akan hubungan komitmen yang baik dan sesuai tuntunan agama-ku dan agama-mu
Maafkan aku yang telah bermain-main dengan waktu bersamamu
Maafkan aku yang telah menjanjikanmu
Maafkan aku yang tak mampu mencintaimu hingga sepanjang waktu
Maafkan aku yang telah menyakitimu
Maafkan aku akan keterbatasan pengetahuanku selama ini dan saat ini
Maafkan aku yang selalu haus mencari ilmu kehidupan akan hubungan komitmen yang baik dan sesuai tuntunan agama-ku dan agama-mu
Maafkan hatiku yang tak mampu berpihak padamu
Maafkan hatiku yang telah menghilangkan “Rasa itu” darimu
Maafkan Hatiku yang tak mampu menjaga komitmen dan amanah bersamamu
Maafkan Hatiku yang tak mampu meyakinkanmu lagi seperti sedia kala
Maafkan aku yang tak mampu lagi menjadi penyemangatmu selalu
Maafkan aku yang telah menggagalkan semua impian dan rencana terindah yang pernah akan kita ukir bersama...
Maafkan aku yang harus pergi meninggalkanmu...
Maafkan..Maaf..Mafkan aku atas segala tutur kata dan tindakanku selama ini.
Maafkan aku yang harus memilih...
Maafkan aku yang tak sempurna...
Maaf..aku memohon maaf padamu...
Ya Allah.. Kukembalikan Hatiku ini pada-Mu
Ya Allah Ku t’lah berusaha menjalankan sepenuhnya tuntunanmu sesuai syariat-Mu
Ya Allah.. Ku tahu Engkau-lah yang maha membolak-balikkan Hati Hamba-Mu ini
Ya Allah.. Ku tahu segala sesuatu permasalahan pada diriku dan setiap doa yang kupanjatkan selama ini hanyalah pada-Mu dan teruntuk-Mu Ya Allah..
Ya Allah.. Ku tahu Engkau-lah yang maha tahu apa-apa yang tidak diketahui oleh Hamba-Mu ini..
Ya Allah.. Aku ikhlas menerima semua konsekuensi logis yang harus terjadi pada diriku, lingkungan sekitarku, kehidupanku..dan semuanya.
Karena ku yakin pada-Mu..akan Kebesaran-Mu dan Ilmu-Mu.
Ya Allah.. Kusandarkan segala sesuatu-Nya hatiku ini padamu..
Ya Allah.. Aku amat mencintai-Mu karena hati ini adalah milik-Mu
Ya Allah jagalah hatiku ini agar selalu mengingat-Mu dan mensyukuri atas segala Nikmat-Mu..
Terima Kasih Ya Allah atas segala nikmat karunia dan petunjuk yang telah engkau berikan selama nafas ini menghirup unsur ciptaanmu dan denyut jantung ini berdetak...
Alhamdulillah..Ya Allah
Ya Haqq..Ya Mujib..Ya Aliim..Ya Hakam..Ya Khabiir...Ya Mu’iid
Ya Allah.. Ya Allah
Amin Ya Robbal’alamin.. Sumber
Label:
Inspirasi dan Motivasi,
Puisi
1:00 PM
Mungkin satu-satunya cara membuatmu percaya, bahwa rumah inilah tempat dirimu sepenuhnya diterima, adalah dengan membiarkanmu melanglang hingga ke tepi dunia.
Sumber
Pergilah Seperti Uap, Karena Kutau, Kau Akan Kembali Sebagai Hujan
Written By Unknown on Monday, February 4, 2013 | 1:00 PM

Juga hanya dengan melepasmu melahap semua pesona dan gairah, kau akhirnya tahu bahwa untukmu, akulah yang terindah.
Di puncak lelah, kau pun pulang ke rumah. Tapi aku tak merasa jadi penunggu tempat sampah. Justru ini bukti keberanianku menjajal kualitas dengan siapa saja yang bisa kau temukan di luar sana.
Dunia memang tempat yang panas, membuatmu mendidih, hilang menguap seperti dihisap awang-awang. Tapi biarlah kau pergi seperti uap, karena kutahu, langit tanpa batas akan membuatmu kesepian, dan kau pun pulang sebagai hujan. Kemudian aku menari di bawah curahmu, dengan kemarau rindu yang kering meretak. Tarianku lincah, liukanku indah, seperti pertama dulu, karena hujan selalu saja baru.
Kulepas kau mengikuti kembara rintik, merontokkan dirinya sendiri ke bumi, agar bisa mengenali samudera, menyegarkan dedaunan, membasahi pucuk ilalang.
Aku tak perlu merasa terhina menerima seorang yang kalah, karena itu berarti akulah pemenangnya. Lagi pula ini bukanlah pertarungan.
Ini karena kita lebih dekat dari pertalian darah, membentuk keesaan dan trinitas sekaligus: aku, kau, kita. Kita satu sama lain, seperti bulan memantul di arus air, yang sesungguhnya adalah sinar mentari yang satu.
Menerimamu pulang, dengan segala kehampaan dan noda yang melumurimu, adalah membiarkan jiwaku kembali utuh, menemukan bagiannya yang hilang. Membersihkan lumpur di wajahmu adalah menyelamatkan takdir kita, yang tak akan kubiarkan kalah hanya oleh noda, kemarahan, dendam, harga diri, apalagi cemoohan tetangga.
Kau sendiri terperangah, menatapku tengadah, hampir tak percaya ada cinta yang begitu indah, menyemburkan maaf yang melimpah ruah. Kemudian kau berlutut, terbata menyatakan penyesalan, perilaku khas orang yang kalah.
Aku tak marah. Sama sekali tidak. Agak cemas saja. Mudah-mudahan kau tak pernah tahu, sementara menunggumu pulang, entah dari langit mana, aku telah mandi hujan di mana-mana. Kau sepertinya lupa, dari dulu aku memang paling suka menari di bawah hujan, tentu saja tanpa sehelaipun pakaian...
Sini gerimisku yang lucu, cepat basahi aku... Bukankah bagimu aku terlihat begitu kemarau?
"Aku tak pernah tau kebahagiaan sesungguhnya, sampai ketika aku mendapatkan cintamu. Dan aku tak pernah tau derita sebenarnya, sampai aku kini kehilangan itu. Terima kasih telah mengenalkanku pada kedua rasa yang tak akan kulupa".
Sumber
Label:
Inspirasi dan Motivasi,
Kata Bijak,
Puisi
8:30 AM
Wanita muslimah laksana bunga yang menawan, wanita muslimah yang sholehah bagaikan sebuah perhiasan yang tiada ternilai harganya. Begitu indah, begitu berkilau dan menentramkan…
Teramat banyak yang ingin meraih bunga tersebut…
Namun tentunya…tak sembarang orang berhak meraihnya….menghirup sarinya…. hanya yang dia yang benar-benar terpilihlah…yang dapat memetiknya…meraih pesonanya…
Dengan harga mahal yang teramat suci…
Sebuah ikatan amat indah…bernama pernikahan…
Karena itu…sebelum saatmu tiba….
Janganlah engkau biarkan seorang muslimah layu sebelum masanya…
Jangan kau menjadikan serigala liar membuatnya bahan permainan dalam keisenganmu…
Jangan kau biarkan ia permainkan hatimu yang rapuh….atas nama taaruf…atas nama cinta…
Ya…atas nama cinta…
Jangan kau biarkan ia permainkan hatimu yang rapuh….
Atas nama taaruf…atas nama Cinta
Kau tau saudaraku…??
Jika seseorang jatuh cinta….maka cinta akan membungkus seluruh aliran darahnya…membekuknya dalam jari-jarinya. dan menutup semua mata…hati dan pikirannya….
Membuat seseorang lupa akan prinsipnya….
Membuat seseorang lupa akan besarnya fitnah ikhwan-akhwat…
Membuat seseorang lupa akan apa yang benar dan apa yang seharusnya ia hindarkan…
Membuat seseorang itu lupa akan apa yang telah ia pelajari sebelumnya tentang batasan-batasan pergaulan ikhwan akhwat…
Membuat seseorang menyerahkan apapun…supaya orang yang ia cintai…”bahagia” atau ridho terhadap apa yang ia lakukan…
Membuat orang tersebut lupa…bahwa….cinta mereka belum tentu akan bersatu dalam pernikahan….
Wahai saudaraku….akhi fillah…
Jangan sampai cinta menjerumuskanmu dalam lubang yang telah engkau tutup rapat sebelumnya…
Karena itu…jika engkau mulai menyadari adanya benih-benih cinta mulai tertanam lembut dalam hatimu yang rapuh…segeralah…buat sebuah benteng yang tebal…yang kokoh…
Tanam rumput beracun disekelilingnya…
Pasang semak berduri di muara-muaranya
Cinta sejati hanyalah pada Rabbul Izzati.
Cinta yang takkan bertepuk sebelah tangan.
Namun Allah tidak egois mendominasi cinta hamba-Nya.
Dia berikan kita cinta kepada anak, istri, suami, orang tua, kaum muslimin…
Cinta begitu dasyat pengaruhnya…jika engkau tau….
Karena itu…jika engkau mulai menyadari adanya benih-benih cinta mulai tertanam lembut dalam hatimu yang rapuh…segeralah…buat sebuah benteng yang tebal…yang kokoh…
Tanam rumput beracun disekelilingnya…
Pasang semak berduri di muara-muaranya….
Berlarilah menjauhinya…
Menjauhi orang yang kau cintai….
Buat jarak yang demikian lebar padanya….
Jangan kau berikan ia kesempatan untuk menjajaki hatimu…
Biarlah air mata mengalir untuk saat ini…
Karena kelak yang akan kalian temui adalah kebahagiaan…
Biarlah sakit ini untuk sementara waktu…
Biarlah luka ini mengering dengan berjalannya kehidupan…
Karena…cinta tidak lain akan membuat kalian sendiri yang menderita…
Kalian sendiri…
Saudaraku….
Tentunya sudah mengerti dan paham…
Bagaimana rasanya jika sedang jatuh cinta…
Jika dia jauh..kita merasa sakit karena rindu…
Jika ia dekat…kita merasa sakit…karena takut kehilangan….
Padahal…ia belum halal untukmu…dan mungkin tidak akan pernah menjadi yang halal…
Karena itu…jauhilah ia…
Jangan kau biarkan dia menanamkan benih-benih cinta di hatimu….dan kemudian mengusik hatimu…
Jangan kau biarkan dia mempermainkanmu dalam kisah yang bernama cinta…
Maka…bayangkanlah keadaan ini…tentang istrimu kelak…
Saudaraku…..
Sukakah engkau..??
Apabila saat ini ternyata istrimu (kelak) sedang memikirkan pria yang itu bukan engkau..???
Sukakah engkau..??
Bila ternyata istrimu (kelak) saat ini tengah mengobrol akrab…tertawa riang…becanda…
Saling menatap…
Saling menggoda…
Saling mencubit…
Saling memandang dengan sangat…
Saling menyentuh…???
Dan bahkan lebih dari itu…??
Sukakah engkau saudaraku…??
Sukakah engkau bila ternyata saat ini istrimu (kelak) sedang jalan bersama pria lain yang itu bukan engkau…??
Sukakah engkau…??
Bila saat ini istrimu (kelak) tengah berpikir dan merencanakan pertemuan berikutnya…??
Tengah disibukkan oleh rencana-rencana…apa saja yang akan ia lakukan bersama pria itu…??
Tidak cemburukah engkau temanku..??
Bila saat ini istrimu (kelak) sedang makan bareng bersama pria lain…
Istrimu (kelak) saat ini sedang digoda oleh pria-pria….
Istrimu (kelak) sedang ditelepon dengan mesra…
Istrimu (kelak) saat ini sedang curhat dengan pria… yang berkata…”aku tak bisa jika sehari tak mengobrol denganmu…”
Tidak cemburukah…?? tidak cemburukah…?? tidak cemburukaaaaahhhhhhhh……???
Tidak terasa bagaimanakah..
Jika istrimu (kelak) saat ini tengah beradu pandangan…
Bercengkrama..
Bercerita tentang masa depannya…
Dengan pria lain yang bukan engkau…???
Sukakah engkau kiranya istrimu (kelak) saat ini tidak bisa tidur karena memikirkan pria tersebut…??
Menangis untuk pria tersebut…??
Dan berkata dengan hati hancur…”aku sangat mencintamu…aku sangat mencintaimu…???”
Tidak patah hatikah engkau…???
Sukakakah engkau bila istrimu (kelak ) berkata pada pria lain..”tidak ada orang yang lebih aku cintai selain engkau…??”
Menyebut pria tersebut dalam doanya…
Memohon pada Allah supaya pria tersebut menjadi suaminya…
Dan ternyata engkaulah yang kelak akan jadi suaminya…..dan bukan pria tersebut…???
Jika engkau tidak suka akan hal itu…
Jika engkau merasa cemburu….
Maka demikian halnya dengan istrimu (kelak)…
Dan…Allah jauh lebih cemburu daripada istrimu….
Allah lebih cemburu…saudaraku…
Melihat engkau sendirian…namun pikirannmu enggan berpindah dari wanita yang telah mengusik hatimu tersebut….
Saudaraku….kalian percaya takdir bukan..?
Saudaraku….kalian percaya takdir bukan..?
Apabila dua orang telah digariskan untuk dapat hidup bersama…
Maka…
Sejauh apapun mereka…
Sebanyak apapun rintangan yang menghalangi…
Sebesar apapun beda diantara mereka…
Sekuat apapun usaha dua orang tersebut untuk menghindarkannya…
Meski mereka tidak pernah komunikasi sebelumnya…
Meski mereka sama sekali tidak pernah membayangkan sebelumnya…
Meski mereka tidak pernah saling bertegur sapa…
PASTI tetap saja mereka akan bersatu….
Seakan ada magnet yang menarik mereka…
Akan ada hal yang datang…untuk menyatukan mereka berdua….
Akan ada suatu kejadian…yang membuat mereka saling mendekat…dan akhirnya bersatu…
Namun…
Apabila dua orang telah ditetapkan untuk tidak berjodoh…
Maka…
Sebesar apapun usaha mereka untuk saling mendekat…
Sekeras apapun upaya orang disekitar mereka untuk menyatukannya…
Sekuat apapun perasaan yang ada diantara mereka berdua…
Sebanyak apapun komunikasi diantara mereka sebelumnya…
Sedekat apapun…
PASTI…akan ada hal yang membuat mereka akhirnya saling menjauh…
Ada hal yang membuat mereka saling merasa tidak cocok…
Ada hal yang membuat mereka saling menyadari bahwa memang bukan dia yang terbaik….
Ada kejadian yang menghalangi mereka untuk bersatu…
Bahkan ketika mereka mungkin telah menetapkan tanggal pernikahan…
Namun…yang perlu dicatat disini adalah…
Yakinlah…bahwa yang diberikan oleh Allah…
Yakinlah…bahwa yang digariskan oleh Allah…
Yakinlah…bahwa yang telah ditulis oleh Allah dalam KitabNya..
Adalah…yang terbaik untuk kita….
Adalah….yang paling sesuai untuk kita…
Adalah…yang paling membuat kita merasa bahagia,,,,
Karena Dialah…yang paling mengerti kita…lebih dari kita sendiri…
Dialah…yang paling menyayangi kita…
Dialah…yang paling mengetahui apa-apa yang terbaik untuk kita…
Sementara kita hanya sedikit saja mengetahuinya…dan itupun hanya berdasarkan pada persangkaan kita.
Sumber
Untukmu Yang Sedang Sendiri

Wanita muslimah laksana bunga yang menawan, wanita muslimah yang sholehah bagaikan sebuah perhiasan yang tiada ternilai harganya. Begitu indah, begitu berkilau dan menentramkan…
Teramat banyak yang ingin meraih bunga tersebut…
Namun tentunya…tak sembarang orang berhak meraihnya….menghirup sarinya…. hanya yang dia yang benar-benar terpilihlah…yang dapat memetiknya…meraih pesonanya…
Dengan harga mahal yang teramat suci…
Sebuah ikatan amat indah…bernama pernikahan…
Karena itu…sebelum saatmu tiba….
Janganlah engkau biarkan seorang muslimah layu sebelum masanya…
Jangan kau menjadikan serigala liar membuatnya bahan permainan dalam keisenganmu…
Jangan kau biarkan ia permainkan hatimu yang rapuh….atas nama taaruf…atas nama cinta…
Ya…atas nama cinta…
Jangan kau biarkan ia permainkan hatimu yang rapuh….
Atas nama taaruf…atas nama Cinta
Kau tau saudaraku…??
Jika seseorang jatuh cinta….maka cinta akan membungkus seluruh aliran darahnya…membekuknya dalam jari-jarinya. dan menutup semua mata…hati dan pikirannya….
Membuat seseorang lupa akan prinsipnya….
Membuat seseorang lupa akan besarnya fitnah ikhwan-akhwat…
Membuat seseorang lupa akan apa yang benar dan apa yang seharusnya ia hindarkan…
Membuat seseorang itu lupa akan apa yang telah ia pelajari sebelumnya tentang batasan-batasan pergaulan ikhwan akhwat…
Membuat seseorang menyerahkan apapun…supaya orang yang ia cintai…”bahagia” atau ridho terhadap apa yang ia lakukan…
Membuat orang tersebut lupa…bahwa….cinta mereka belum tentu akan bersatu dalam pernikahan….
Wahai saudaraku….akhi fillah…
Jangan sampai cinta menjerumuskanmu dalam lubang yang telah engkau tutup rapat sebelumnya…
Karena itu…jika engkau mulai menyadari adanya benih-benih cinta mulai tertanam lembut dalam hatimu yang rapuh…segeralah…buat sebuah benteng yang tebal…yang kokoh…
Tanam rumput beracun disekelilingnya…
Pasang semak berduri di muara-muaranya
Cinta sejati hanyalah pada Rabbul Izzati.
Cinta yang takkan bertepuk sebelah tangan.
Namun Allah tidak egois mendominasi cinta hamba-Nya.
Dia berikan kita cinta kepada anak, istri, suami, orang tua, kaum muslimin…
Cinta begitu dasyat pengaruhnya…jika engkau tau….
Karena itu…jika engkau mulai menyadari adanya benih-benih cinta mulai tertanam lembut dalam hatimu yang rapuh…segeralah…buat sebuah benteng yang tebal…yang kokoh…
Tanam rumput beracun disekelilingnya…
Pasang semak berduri di muara-muaranya….
Berlarilah menjauhinya…
Menjauhi orang yang kau cintai….
Buat jarak yang demikian lebar padanya….
Jangan kau berikan ia kesempatan untuk menjajaki hatimu…
Biarlah air mata mengalir untuk saat ini…
Karena kelak yang akan kalian temui adalah kebahagiaan…
Biarlah sakit ini untuk sementara waktu…
Biarlah luka ini mengering dengan berjalannya kehidupan…
Karena…cinta tidak lain akan membuat kalian sendiri yang menderita…
Kalian sendiri…
Saudaraku….
Tentunya sudah mengerti dan paham…
Bagaimana rasanya jika sedang jatuh cinta…
Jika dia jauh..kita merasa sakit karena rindu…
Jika ia dekat…kita merasa sakit…karena takut kehilangan….
Padahal…ia belum halal untukmu…dan mungkin tidak akan pernah menjadi yang halal…
Karena itu…jauhilah ia…
Jangan kau biarkan dia menanamkan benih-benih cinta di hatimu….dan kemudian mengusik hatimu…
Jangan kau biarkan dia mempermainkanmu dalam kisah yang bernama cinta…
Maka…bayangkanlah keadaan ini…tentang istrimu kelak…
Saudaraku…..
Sukakah engkau..??
Apabila saat ini ternyata istrimu (kelak) sedang memikirkan pria yang itu bukan engkau..???
Sukakah engkau..??
Bila ternyata istrimu (kelak) saat ini tengah mengobrol akrab…tertawa riang…becanda…
Saling menatap…
Saling menggoda…
Saling mencubit…
Saling memandang dengan sangat…
Saling menyentuh…???
Dan bahkan lebih dari itu…??
Sukakah engkau saudaraku…??
Sukakah engkau bila ternyata saat ini istrimu (kelak) sedang jalan bersama pria lain yang itu bukan engkau…??
Sukakah engkau…??
Bila saat ini istrimu (kelak) tengah berpikir dan merencanakan pertemuan berikutnya…??
Tengah disibukkan oleh rencana-rencana…apa saja yang akan ia lakukan bersama pria itu…??
Tidak cemburukah engkau temanku..??
Bila saat ini istrimu (kelak) sedang makan bareng bersama pria lain…
Istrimu (kelak) saat ini sedang digoda oleh pria-pria….
Istrimu (kelak) sedang ditelepon dengan mesra…
Istrimu (kelak) saat ini sedang curhat dengan pria… yang berkata…”aku tak bisa jika sehari tak mengobrol denganmu…”
Tidak cemburukah…?? tidak cemburukah…?? tidak cemburukaaaaahhhhhhhh……???
Tidak terasa bagaimanakah..
Jika istrimu (kelak) saat ini tengah beradu pandangan…
Bercengkrama..
Bercerita tentang masa depannya…
Dengan pria lain yang bukan engkau…???
Sukakah engkau kiranya istrimu (kelak) saat ini tidak bisa tidur karena memikirkan pria tersebut…??
Menangis untuk pria tersebut…??
Dan berkata dengan hati hancur…”aku sangat mencintamu…aku sangat mencintaimu…???”
Tidak patah hatikah engkau…???
Sukakakah engkau bila istrimu (kelak ) berkata pada pria lain..”tidak ada orang yang lebih aku cintai selain engkau…??”
Menyebut pria tersebut dalam doanya…
Memohon pada Allah supaya pria tersebut menjadi suaminya…
Dan ternyata engkaulah yang kelak akan jadi suaminya…..dan bukan pria tersebut…???
Jika engkau tidak suka akan hal itu…
Jika engkau merasa cemburu….
Maka demikian halnya dengan istrimu (kelak)…
Dan…Allah jauh lebih cemburu daripada istrimu….
Allah lebih cemburu…saudaraku…
Melihat engkau sendirian…namun pikirannmu enggan berpindah dari wanita yang telah mengusik hatimu tersebut….
Saudaraku….kalian percaya takdir bukan..?
Saudaraku….kalian percaya takdir bukan..?
Apabila dua orang telah digariskan untuk dapat hidup bersama…
Maka…
Sejauh apapun mereka…
Sebanyak apapun rintangan yang menghalangi…
Sebesar apapun beda diantara mereka…
Sekuat apapun usaha dua orang tersebut untuk menghindarkannya…
Meski mereka tidak pernah komunikasi sebelumnya…
Meski mereka sama sekali tidak pernah membayangkan sebelumnya…
Meski mereka tidak pernah saling bertegur sapa…
PASTI tetap saja mereka akan bersatu….
Seakan ada magnet yang menarik mereka…
Akan ada hal yang datang…untuk menyatukan mereka berdua….
Akan ada suatu kejadian…yang membuat mereka saling mendekat…dan akhirnya bersatu…
Namun…
Apabila dua orang telah ditetapkan untuk tidak berjodoh…
Maka…
Sebesar apapun usaha mereka untuk saling mendekat…
Sekeras apapun upaya orang disekitar mereka untuk menyatukannya…
Sekuat apapun perasaan yang ada diantara mereka berdua…
Sebanyak apapun komunikasi diantara mereka sebelumnya…
Sedekat apapun…
PASTI…akan ada hal yang membuat mereka akhirnya saling menjauh…
Ada hal yang membuat mereka saling merasa tidak cocok…
Ada hal yang membuat mereka saling menyadari bahwa memang bukan dia yang terbaik….
Ada kejadian yang menghalangi mereka untuk bersatu…
Bahkan ketika mereka mungkin telah menetapkan tanggal pernikahan…
Namun…yang perlu dicatat disini adalah…
Yakinlah…bahwa yang diberikan oleh Allah…
Yakinlah…bahwa yang digariskan oleh Allah…
Yakinlah…bahwa yang telah ditulis oleh Allah dalam KitabNya..
Adalah…yang terbaik untuk kita….
Adalah….yang paling sesuai untuk kita…
Adalah…yang paling membuat kita merasa bahagia,,,,
Karena Dialah…yang paling mengerti kita…lebih dari kita sendiri…
Dialah…yang paling menyayangi kita…
Dialah…yang paling mengetahui apa-apa yang terbaik untuk kita…
Sementara kita hanya sedikit saja mengetahuinya…dan itupun hanya berdasarkan pada persangkaan kita.
Sumber
Label:
Inspirasi dan Motivasi,
Kata Bijak,
Kutipan,
Puisi
8:12 AM
Aku Mencintaimu, Utuh Dan Tak Tersentuh
Written By Unknown on Sunday, February 3, 2013 | 8:12 AM
Jika ada yang bertanya, bagaimana aku memandang perkara jodoh, maka akan ku jawab, bagiku sama saja kau menanyakan keyakinanku tentang kematian..
Jodoh dan kematian adalah rahasia-Nya yang tersembunyi dalam tabir keghaiban-Nya, dan tersimpan dengan indah dalam tiap lembar daun di lauhul mahfuzh..
Lalu apa yang ku khawatirkan? Dan kenapa pula ku harus mengejar? Tidak, aku tak sudi.. Ku katakan padamu wahai para wanita perhiasan terindah dunia..
Jangan pernah mengobral murah kehormatanmu untuk hal yang kau sendiri tak yakin kehakikiannya? Pahamkah maksudku?
Ku tanya padamu, pernahkah kau jatuh cinta? Ku akui, akupun juga…
Tapi tak pantas bagi kita mengumbar rasa itu.. Rasa yg entah akan berlabuh di mana?Lalu pikirkan, jika dia yang kau cinta, yang mengganggu tidurmu, membuatmu menangis karena rindu, ternyata bukan atau mungkin tak kan pernah menjadi pendampingmu, atau bukan kau yang dia pilih? Tak malukah? Tak malukah?
Lalu, apa masih mampu kau tatap wajah suamimu kelak dengan cinta yang seutuhnya jika ternyata dulu kau pernah menaruh separuh hatimu pada lelaki lain…
Wahai para lelaki, tak cemburukah? Tak cemburukah? Tak cemburukah kau jika saat ini wanita yang kau pilih kelak sedang menyerahkan hatinya pada lelaki selainmu, namun ternyata kau yang akan meminangnya.
Tak sakit hatikah bila ketika bersamamu, ternyata dia tengah membandingkanmu dengan sosok lain dalam hatinya? Tak sedihkah? Tak sakitkah? Tak cemburukah? Jika kau, para lelaki, menjawab 'ya' maka, itu pula yang kami, wanita, rasakan..
Takkan pernah bosan ku ingatkan, bahwa yang akan berlaku tetaplah ketetapan-Nya….
Sekuat apapun usaha kalian jika tak sejalan dengan kehendak-Nya, maka tak akan pernah terjadi.. . Lalu, buat apa kau mubazirkan waktumu? Untuk apa Kau kuras energi? Kerana apa kau habiskan airmatamu? Untuk orang yang belum tentu menjadi milikmu? Untuk apa?
Dan ku katakan padamu. Mungkin kau yang akan memilihku belum ku cinta saat itu. Tapi ketahuilah, karena kau memilihku, kau ku cinta...
Bukankah jatuh cinta adalah sebuah proses? Akan ada sebab, akan ada hal yang membuatku jatuh cinta padamu, dan kau pun akan mencintaiku..
Dan ketika itu terjadi, semua telah terangkai dengan indah dalam kerangka kehalalan, dalam ikatan pernikahan yang disebut mitsaqan ghalizhan..
Dan tak akan pernah ada ragu ku katakan kuserahkan cintaku UTUH TAK TERSENTUH, padamu..
Hanya padamu.. Ya, hanya padamu dan untukmu duhai cintaku…
Label:
Inspirasi dan Motivasi,
Kisah,
Puisi





