Latest Post
Showing posts with label MotoGP. Show all posts
Showing posts with label MotoGP. Show all posts

Lorenzo Sebut Rossi Sebagai Rival Terberat Musim Ini

Written By Unknown on Friday, February 1, 2013 | 1:37 AM

Jorge Lorenzo & Rossi, Jorge Lorenzo, Valentino Rossi, MotoGP, Yamaha
Rival berat Lorenzo lainnya, yakni Dani Pedrosa dan Marc Marques.
Kembalinya Valentino Rossi ke tim Yamaha MotoGP membuat persaingan di ajang balap bergengsi itu kian memanas. Hal tersebut juga disampaikan Jorge Lorenzo, juara dunia MotoGP dua kali pada 2010 dan 2012, yang juga rekan setim Rossi.

"Saya selalu berpikir positif. Saya pikir, rivalitas dengan Valentino akan menciptakan persaingan yang lebih baik," kata Lorenzo saat peresmian logo baru 'Yamaha Semakin di Depan' di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, 25 Januari 2013.

Lorenzo menyebut kembalinya Rossi ke tim Yamaha memiliki nilai positif, juga negatif terutama bagi dirinya. Positifnya, Lorenzo mengaku tidak menyangka Yamaha dapat kembali memiliki pembalap hebat seperti Rossi. Dan untuk hal negatif, dirinya merasa akan lebih memiliki saingan untuk dikalahkan.

"Untuk negatifnya, sepertinya takkan mudah mengalahkan Valentino," ucap Lorenzo. Selain Rossi, Lorenzo mengaku rival berat lainnya yang akan dihadapi adalah Dani Pedrosa dan Marc Marques.

"Tapi, kita tidak tahu karena MotoGP sangat sulit diprediksi. Kita lihat saja apa yang akan terjadi," tegas Lorenzo.

Lorenzo menyebut musim lalu sebagai tahun terbaik seperti halnya pada 2010. Meski banyak tekanan, namun pembalap kelahiran 4 Mei 1987 itu tetap mampu memenangkan MotoGP 2012.

"Tahun lalu jadi tahun terbaik saya seperti pada 2010. Musim depan, balapan akan sangat menarik," tutur pemilik motor nomor 99 ini.

Sumber : Viva News

Jika Pensiun, Pembalap Jorge Lorenzo Ingin Tinggal di Bali

Written By Unknown on Thursday, January 31, 2013 | 11:39 PM

Jorge Lorenzo, MotoGP, MotoGP 2013, Jorge, Lorenzo
Pembalap Yamaha asal Spanyol itu menyebut Bali seperti surga
Juara MotoGP Jorge Lorenzo rupanya sudah kepincut dengan Pulau Bali. Setiap ke Indonesia, Lorenzo menyempatkan diri untuk mengunjungi pulau berjuluk Seribu Pura itu. Bahkan, pembalap asal Spanyol itu bermimpi kelak setelah pensiun dari balap motor, ia ingin tinggal di Bali.

Awal tahun ini, Lorenzo berkesempatan kembali menyambangi Bali. Ini merupakan kunjungannya yang kelima di Indonesia. Selain untuk berlibur, pembalap MotoGp asal Spanyol itu juga sekaligus untuk menemui penggemar fanatiknya di Indonesia, khususnya Bali.

Saking cintanya kepada Bali, Lorenzo menyatakan kesiapannya menjadi duta Bali. Ia siap mempromosikan Bali di kancah internasional. “Saya percaya Bali tempat yang indah dan mempesona. Tentu saja saya tak bisa menolak tawaran menjadi duta Bali," tutur Lorenzo kepada wartawan.

Lebih dari sekedar mempesona, Lorenzo juga menyebut Bali merupakan surga. "Bagi yang tidak percaya, silakan datang sendiri melihat surga yang bernama Bali," ucap Lorenzo didampingi Chief Yamaha DDS Bali, Hendra winata.

Tahun lalu, saat mengunjungi Indonesia, Lorenzo sempat mengutarakan keinginannya untuk memiliki sebuah vila di Bali. Meski berniat memiliki vila di Bali, namun Lorenzo belum akan merealisasikannya dalam waktu dekat.

Ia menyebut jika dirinya sudah pensiun, maka kemungkinan besar ia akan menghabiskan masa pensiunnya di Bali. "Saya senang di Bali. Orang Indonesia, khususnya Bali membuat saya begitu bergairah," katanya.

Sumber : VivaNews

Bradley Smith Tak Gentar Bersaing di MotoGP

Written By Unknown on Wednesday, January 30, 2013 | 4:03 AM

B. Smith


MIMOSAS – Bradley Smith mengaku tidak akan terintimidasi dengan reputasi para pembalap MotoGP yang akan menjadi lawannya musim depan. Smith menegaskan tidak gentar bersaing menjadi yang terbaik.

Setelah dua musim berkarier di Moto2, tahun ini Smith telah resmi naik ke kelas utama MotoGP dengan memperkuat tim satelit Tech 3 Yamaha. Smith sadar tidak akan mudah bersaing dengan pembalap papan atas yang berpengalaman di MotoGP.

Mereka adalah juara tujuh kali Valentin Rossi, juara bertahan Jorge Lorenzo, juara 2006 Nicky Hayden dan runner up musim lalu Dani Pedrosa. “Saya tidak terintimidasi, tapi itu bukan berarti saya tidak respek terhadap mereka,” kata Smith.

“Mereka adalah pembalap dan atlet yang luar biasa. Tapi, anda harus menganggap motor yang mereka gunakan itu biasa atau mereka hanya pembalap biasa,” sambung pembalap asal Inggris itu.

“Saya selalu mampu membedakan antara seseorang yang saya kagumi di masa lalu dan orang yang akan saya lawan sekarang,” tambah pembalap 22 tahun itu, kepada BBC Radio Oxford, Rabu (30/1/2013).

Smith juga sangat yakin bisa memenuhi standar catatan waktu yang sudah ditentukan para pembalap papan atas MotoGP. “Ini adalah pembalap terbaik di dunia, tapi saya memiliki rasa percaya diri dan program yang sudah saya berikan,” jelas Smith. “Saya harus bekerja sekeras mungkin untuk bisa menyamai level mereka.”

Rossi Bidik Tiga Besar MotoGP Musim 2013-2014

VR46
GERNO DI LESMO – Valentino Rossi berambisi untuk mendapatkan banyak podium di MotoGP 2013. Rossi juga menargetkan ingin mengakhiri MotoGP di posisi tiga besar klasemen.

Ya, juara tujuh kali MotoGP memang mengalami nasib buruk ketika bergabung di Ducati. Dia tidak mampu meraih kemenangan dalam dua musim bergabung di pabrikan motor asal Italia itu. Hal itu memaksanya untuk kembali memperkuat Yamaha.

Rossi sadar akan sangat sulit untuk bersaing dengan pembalap lain seperti Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa untuk menjadi juara dunia, tapi The Doctor menegaskan meraih satu kemenangan di musim 2013 sudah cukup untuk menghapus kekecewaan itu.

“Saya ingin sekali mendapatkan banyak podium paling tidak 10 kali dan finis di tiga besar klasemen MotoGP,” tegas pembalap yang belum lama ini kembali menemui fans di Jakarta itu, dilaporkan La Gazzeta dello Sport, Rabu (30/1/2013).

Wajar bila Rossi memiliki ambisi seperti itu. Selama dua musim memperkuat Ducati, pembalap veteran asal Italia itu hanya mampu meraih tiga kali podium. Rossi tidak segan-segan untuk kembali membidik kemenangan

Apakah Rossi tidak menutup kemungkinan meraih kemenangan? “Ya, target utama adalah meraih kemenangan, yang mana saya sudah tidak merasakannya sejak 2010 yang lalu,” tandasnya.

Sumber : Okezone

Rossi: Mustahil Langsung Samai Lorenzo

Meski kini Rossi dan Lorenzo sudah setim tidak serta-merta The Doctor langsung secepatLorenzo


JAKARTA – Target utama Valentino Rossi di Yamaha adalah meraih kemenangan ke-80 di kelas MotoGP. Meski menjamin dirinya kini lebih termotivasi, tapi The Doctor sadar mustahil langsung menyamai kecepatan rekan setim sekaligus sang juara dunia Jorge Lorenzo.

“Akan butuh waktu untuk mengalahkan Lorenzo. Dia jauh lebih cepat saat start,” kata Rossi kepada La Gazzetta dello Sport.

Selain lebih cepat saat start, Lorenzo juga paham dengan baik motor YZR-M1 milik Yamaha karena sudah berada di pabrikan asal Jepang itu selama lima tahun.

Rekor Jorge Lorenzo di tim berlogo garpu tala itu pun impresif dengan koleksi dua gelar juara dunia dan 23 kemenangan. “Kekuatan Lorenzo adalah dia mengenal Yamaha dengan baik. Sementara saya harus beradaptasi sedikit demi sedikit,” jelas Rossi.
 
Kendati harus beradaptasi lagi dari nol, tapi Rossi punya modal berharga berupa tujuh tahun pengalaman di Yamaha pada periode 2004 hingga 2010 lalu.

Masa di mana dia memperoleh empat dari tujuh gelar juara dunianya di ajang MotoGP dan 46 dari 79 kemenangannya di arena premier tersebut.

“M1 tak diragukan lagi memang kompetitif. Saya tahu itu ketika saya mencobanya akhir tahun lalu. Akselerasi motor ini sudah jauh meningkat (dibanding terakhir saya di sini),” ungkap pembalap asal Italia berusia 33 tahun tersebut.

Rossi, Korban DNA Ducati

Valentino Rossi saat masih di Ducati (Foto: Reuters)
BOLOGNA – Kendati sudah kembali ke pabrikan Jepang – Yamaha Factory, pengalaman dua musim Valentino Rossi bersama Ducati, masih hangat diumbar, terutama oleh bos baru Ducati, Bernhard Gobmeier. Menurutnya, reputasi Rossi menjadi korban DNA nan ganjil kuda besi Italia itu.

Gabung ke Ducati sejak 2011, Rossi sempat diharapkan mampu meneruskan sukses Ducati yang pernah dijejaki Casey Stoner. Namun entah mengapa, dari seri ke seri bahkan dari musim ke musim, julukan The Doctor yang disandang Rossi, bak tak mempan untuk menjinakkan Ducati dari berbagai problem.
 
Sedianya tak hanya Rossi, kompatriotnya, Marco Melandri, mengalami hal yang sama dan ceritanya tak beda dengan Nicky Hayden, yang kini masih bertahan. Sepanjang dua musim, Rossi pun hanya mengoleksi tiga podium, berbeda jauh dari raihan 23 kemenangan seri yang pernah dituai Stoner.

Sejatinya, Gobmeier juga mengaku heran dengan fenomena yang dialami Rossi, yang memang terbiasa menunggang pabrikan Jepang. Ducati seperti memberi respons dan reaksi berbeda dan aneh dan tak menyenangkan kala ditunggangi Rossi.

“Saya percaya dan Ducati juga percaya bahwa Valentino, salah satu pembalap terhebat yang pernah ada. Tapi saya rasa, dia juga menjadi korban gen/DNA Ducati. Ducati memang tak berubah banyak dari 2007 sampai 2012,” ujar Gobmeier, seperti disadur MCN, Rabu (30/1/2013).

“Performa motor bisa lebih baik, tapi pembalap macam Melandri atau Valentino yang memang sangat sensitif, mereka mengharapkan reaksi tertentu terhadap motor mereka seperti sebagaimana mestinya. Jadi saat mereka tak mendapat reaksi seperti biasanya, mereka kebingungan,” lanjutnya.

“Cara mereka berinteraksi dengan motor, sama sekali tak ada kecocokan. Saya yakin bahwa Valentino, yang datang dengan antusiasme setelah sukses di Yamaha, kerepotan mengembangkan style baru dari gaya yang sudah biasa dia lakukan,” tambah Gobmeier.

Memang, tak mudah bagi pembalap manapun, mengganti “ideologi” style masing-masing saat menghadapi motor dengan karakter berbeda. Rossi bisa berhasil bersama Honda dan Yamaha, lantaran sudah terbiasa menunggangi dua karakter pabrikan Jepang tersebut, sejak meniti karier profesionalnya.

“Para pembalap sudah belajar membalap sejak mereka masih belia. Mereka tak melakukannya dengan otak, melainkan feeling yang alami. Mereka bergantung pada refleks dan jika Anda memberikan beberapa saran baru, pasti akan terasa aneh buat mereka,” sambungnya.

“Feeling alami mereka tak terbiasa menerima hal baru dan mereka harus terus berpikir, apa yang harus dilakukan. Sekalinya mereka harus memikirkan itu, takkan pernah keluar solusi dengan cepat karena itu tak terjadi secara alami,” tuntas Gobmeier.

Sumber : Okezone
 
Support : Kisah Inspiratif | SR29 | KRL145
Copyright © 2013. GoSipp - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Edited by Sophie Riswand
Proudly powered by Blogger